Pencarian pada:
 
Detail Cantuman Filmografi
Judul Film : Preman in love
Sutradara : Rako Prijanto
Produser : Dhamoo Punjabi Manoj Punjabi
Pemeran_utama :
Fanny Fabriana; Tora Sudiro; Vincent Rompies
Pemeran_pembantu :
Bagoes Surya Aji Wibowo; Den Baguse Ngarso; Didik Nini Thowok; Marwoto; Pritt Timothy; Sugeng Iwak Bandeng; Emmi Lemu
Keterangan : Jakarta: MD Pictures, 2009
Deskripsi_fisik : Film berwarna ; durasi 83 menit
Media : Film layar lebar
Subjek : Komedi
Bahasa : [ Tidak dicantumkan ]
Penulis_skenario : Kinara Samael
Penulis_cerita : [ Tidak dicantumkan ]
Penata_artistik : Benny Lauda
Penata_suara : Khikmawan Santosa; Yusuf A. Patawari
Penata_musik : Dono Firman; Ramondo Gascaro
Penata_foto : Edi Michael Santoso
Penyunting : Herman Kumala Panca
Soundtrack : [ Tidak dicantumkan ]
Judul_lain : [ Tidak dicantumkan ]
Catatan : [ Tidak dicantumkan ]
Sumber : Http://id.wikipedia.org http://www.indonesianfilmcenter.com
Sahroni (Tora Sudiro), preman desa Demolong di kaki gunung Sumbing mengubah total kehidupannya karena jauh cinta dengan Rini (Fanny Fabriana), anak pak Lurah yang pulang ke desa untuk dikawinkan dengan Raden Mas Pono (Vincent Ryan Rompies). Karena persaingan cinta segitiga akhirnya Pak Lurah (Marwoto) memutuskan siapa pun yang bisa menjadi Kepala Desa baru menggantikan dirinya akan diangkat menjadi mantu. Sahroni dan Raden mas Pono pun bersaing untuk menjadi suami Rini. Tanpa sepengetahuan lainnya ternyata Rini jatuh hati kepada Sahroni yang meskipun preman dan hampir semua orang desa membencinya tapi hatinya mulia. Sahroni yang mulai berubah total dan giat mempersiapkan diri kampaye mendapat saingan Raden mas Pono yang minta bantuan Heri (Den Baguse Ngarso) dukun sakti dari Dieng. Hari pemilihan pun tiba dan semua orang menunggu hasil dengan tegang, Raden mas Pono unggul satu suara dari Sahroni karena curang menyuap panitia pemilihan. Sahroni terpaksa menerima kekalahannya dengan hati terluka. Dan Rini, harus mau tidak mau menikah dengan Raden mas Pono. Di malam midodareni Rini kabur. Warga undangan-pun heboh termasuk pak Lurah dan Raden mas Pono. Mereka menghakimi Sahroni. Ternyata Rini, punya rencana sendiri. Ia menjebak Iir (kaki tangan Raden Mas Pono) untuk mengaku bahwa Raden mas Pono berlaku curang. Iir pun menyerah dan mengaku bahkan mau menjadi saksi. Perhitungan ulang-pun dilakukan. Terbukti Sahroni unggul satu suara dan menang dan jalan untuk menikahi Rini berjalan mulus. Belum selesai kegembiraan Sahroni dan Rini, Heri dukun kepercayaan Raden mas Pono muncul mengacaukan suasana dengan segala strateginya untuk melegalkan Raden mas Pono.

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Jl. Salemba Raya 28A Kotak Pos 3624
Jakarta 10002 - Indonesia

Jam Layanan

Senin - Jumat : 09.00 - 15.00 (WIB)

Kontak Kami

(021) 929 209 79
(021) 392 7919; (021) 319 084 79 (fax)
info@perpusnas.go.id

©2015 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia