Pencarian pada:
 
Detail Cantuman Filmografi
Judul Film : Cintaku Selamanya
Sutradara : Thomas Nawilis
Produser : Shankar RS
Pemeran_utama : Ratu Felisha, Mike Muliadro
Pemeran_pembantu :

Olga Syahputra, Dr. Boyke, Nadila Ernesta, Tody; Marissa Nasution, Five Vi, Hardi Fadhillah, Ferry Irawan, Gusti Randa

Keterangan : Jakarta : Indika Entertainment, 2008
Deskripsi_fisik : Film berwarna; durasi 85 menit
Media : Film Layar Lebar
Subjek : Drama Percintaan
Bahasa : [ Tidak dicantumkan ]
Penulis_skenario : Awi Suryadi
Penulis_cerita : Awi Suryadi
Penata_artistik : Bayu Christiano
Penata_suara : Hornady Setiawan
Penata_musik : Niken Sudianto
Penata_foto : [ Tidak dicantumkan ]
Penyunting : Ozzie Azurazura
Soundtrack : [ Tidak dicantumkan ]
Judul_lain : My love forever - want more ?
Catatan :

Untuk 17 tahun ke atas

Dirilis 30 Oktober 2008

Sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Cintaku_selamanya

indonesianfilmcenter.com

Wisnu (Hardi Fadhillah) adalah seorang mahasiswa dengan tugasnya untuk membuat film dokumenter bertemakan seks bebas. Sumber utamanya, tentu saja adalah sahabatnya yang ulung dalam hal seks, yaitu Askar (Mike Muliadro) dan Mario (Tody). Askar berpendapat bahwa calon istrinya harus masih perawan, hal ini bertolak belakang dengan kebiasaannya berganti-ganti pacar dan kini, Askar tengah menjalin hubungan dengan seorang model bernama Wendy (Marissa Nasution). Sementara Mario yang juga sering berhubungan seks dengan kekasihnya, Manda (Ratu Felisha) berpendapat sama dan selalu mendukung Wisnu untuk berhubungan seks di umurnya yang telah mencapai 23 tahun.

Akhirnya, Mario dan Wisnupun mengadakan taruhan. Untuk membuktikan bahwa dirinya tidak gay, Mario menantang Wisnu untuk bisa berhubungan seks dalam kurun 30 hari. Dan kebalikannya, Wisnu ditantang untuk tidak berhubungan seks selama itu. Segala medan, mulai dari wanita panggilan, panti pijat, dan diskotek telah didatangi Wisnu, tapi belum berhasil. Wisnu pelan-pelan tertarik dengan Lala (Nadilla Ernesta) yang ternyata adalah adik Askar. Lala yang tidak mengetahui pertemanan Askar dengan Wisnu, bertemu dengannya di sebuah supermarket. Askar dengan adiknya sangat protektif karena ingin adiknya menjaga kesucian hingga pernikahannya tiba.

Dalam kebosanannya karena tidak seks, Wisnu melihat perut Mario terdapat benjolan. Ternyata ia mengidap herpes. Hal itupun membuat Mario menjadi tidak bersemangat lagi, apalagi Manda belum mengetahui hal ini. Manda bertamu ke rumah Mario saat Wisnu tengah jalan dengan Lala. Manda berkata bahwa dirinya hamil, dan Mario mau bertanggung jawab. Mario akhirnya mengatakan tentang penyakit herpes dan kenyataan bahwa Mario telah meniduri perempuan lain saat masih menjalin hubungan dengan Manda. Manda marah, lalu Mario diberi tahu lagi bahwa dirinya ternyata mengidap herpes lain yang bukan merupakan penyakit kelamin, tapi Manda yang sebal karena rasa cemburunya masih marah terhadap Mario.

Askar kini menjalin hubungan dengan Shinta, sampai teman Askar, Eddie memberikan sebuah video klip tentang adegan seks Shinta. Askar menanyaka perihal ini kepada Shinta, tapi Shinta menanggapi hal itu dengan kenyataan miris bahwa dirinya terpaksa menjadi budak seks sejak umur 14 tahun. Merekapun berpisah. Lalu, Wisnu dan Lala menonton film yang bermuatan adegan seks, hal itu bertepatan dengan Askar yang datang ke rumah dan melihat mereka, lalu salah sangka. Lala meluruskan bahwa sebelum itu terjadi, mereka memutuskan untuk tidak melakukan seks karena aman. Jadilah Wisnu dan Lala berpacaran secara resmi. Film diakhiri dengan Mario yang menunggu di depan rumah Manda hingga pagi, Manda memaafkan Mario dan memberikan hasil test pack yang ternyata negatif. Merekapun kapok akan hubungan seks dan menjalani kehidupan cinta mereka secara normal. Sementara itu Askar, bertemu kembali dengan Shinta di sebuah restoran.

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Jl. Salemba Raya 28A Kotak Pos 3624
Jakarta 10002 - Indonesia

Jam Layanan

Senin - Jumat : 09.00 - 15.00 (WIB)

Kontak Kami

(021) 929 209 79
(021) 392 7919; (021) 319 084 79 (fax)
info@perpusnas.go.id

©2015 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia