Pencarian pada:
 
Detail Cantuman Filmografi
Judul Film : Darah Perawan Bulan Madu
Sutradara : Hartawan Triguna
Produser : Hartawan Triguna
Pemeran_utama : Indah Kalalo, Restu Sinaga
Pemeran_pembantu : Adelia Rasya; Yogi Aldi
Keterangan :
Jakarta :Sentra Films, 2009
Deskripsi_fisik : Film berwarna; durasi 87 menit
Media : Film Layar Lebar
Subjek : Horor
Bahasa : [ Tidak dicantumkan ]
Penulis_skenario : [ Tidak dicantumkan ]
Penulis_cerita : Sekar Ayu Asmara
Penata_artistik : Rhoma R
Penata_suara : Eko Chemprenk
Penata_musik : Joseph S. Djafar
Penata_foto : Fachnei L. Saad
Penyunting : AP Widagdo
Soundtrack : [ Tidak dicantumkan ]
Judul_lain : Honeymooner's blood
Catatan :

Untuk 17 tahun ke atas

Dirilis 30 Juli 2009

Sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Darah_perawan_bulan_madu

indonesianfilmcenter.com

Putra (Restu Sinaga) dan Amira (Indah Kalalo) baru saja menikah di tengah kesibukan mereka sebagai manusia karier di Jakarta. Ingin memberikan pengalaman yang berbeda, Putra mengajak Amira untuk berbulan madu ke pulau pribadi miliknya sambil beristirahat dari kesibukan mereka. Dipulau itu beberapa pekerja utama sudah akrab dengan Putra. Yakni, Pak Ringga sang kepala pulau, Yanto sang koki, Deden sang satpam, dan Agus anak Pak Ringga.

Yanto dan Deden menjadi terobsesi dengan keseksian Amira yang selalu ditonjolkan oleh Amira saat bermesraan dengan Putra diberbagai tempat di Pulau. Namun, kejadian-kejadian aneh mulai terjadi kepada Amira dan Putra. Sementara si Deden yang sedang patroli keliling pulau, didorong oleh sesuatu ke bebatuan dibawah dermaga. Yanto turut menjadi korban saat berada di gudang anggur, didorong jatuh ke sebuah sekop oleh sepasang tangan.

Saat tengah berjalan sendiri di hutan, barulah mulai terlihat bahwa hantu wanita yang kerap meneror Amira adalah sesosok wanita dengan gaun pengantin. Amira menemukan sebuah liontin biru yang indah di tengah hutan. Pak Ringga mulai mencari-cari Yanto dan Deden namun belum menemukan mayat mereka. Kelihatannya setelah Pak Ringga melihat Amira mengenakan liontin biru itu, Pak Ringga jadi berbicara serius dengan Putra. Lalu Amira yang habis mandi, diganggu kembali oleh hantu wanita itu dengan intensitas yang lebih parah. Pak Ringga dan Putra menyelamatkan Amira dan membuang liontin biru iu karena dianggap membawa sial.

Putrapun bercerita tentang Lydia, mantan istri Putra yang juga berbulan madu dengan Putra di pulau itu. Liontin itu adalah milik Lydia yang diwariskan secara turun temurun dari leluhurnya. Lydia diketahui Amira sudah meninggal, tapi tidak tahu sebelum diceritakan Putra bahwa Lydia meninggal di Pulau tersebut. Putra berkeras bahwa yang selama ini dilihat Amira adalah arwah nenek buyut Lydia. Pada malam keesokan harinya, badai menjelang. Amira meminta Putra untuk pulang karena tidak tahan dengan keadaan di Pulau tersebut. Dan rumahpun mati lampu. Putrapun mencari Pak Ringga untuk menyalakan genset. Ditinggal, Amira dihantui Lydia lagi, kali ini Amira dituntun ke sebuah album foto yang menunjukkan bahwa liontin biru itu adalah pemberian Putra. Saat itu, Putra menyeret Amira ke hutan.

Disanalah, sambil Putra berbicara dengan Amira yang diikat, Putra menggali kubur untuk Amira. Ternyata Putra adalah seorang pria yang menggunakan ketampanannya untuk merebut banyak hati wanita. Kemudian, setelah wanita itu memilih Putra menjadi salah seorang pemilik aset yang ia punya, maka Putra akan membunuh mereka. Dan modus inilah yang menjadi plot untuk mereguk kekayaan milik Amira yang baru saja bergabung dengan perusahaan besar. Saat Putra ingin membunuh Amira, Agus datang dan memukul Putra, membebaskan Amira dan membawanya ke rumah. Agus segera meminta bantuan, tapi Putra keburu datang dan memulai kejar-kejaran. Disaat yang sama, Pak Ringga yang turut menjadi pemulus rencana Putra menghadang anaknya sendiri. Untung Lydia datang dan membunuh Pak Ringga, lalu Putra berhasil melacak kamar tempat persembunyian Amira dan Agus. Lydia membantu mereka lagi dan membuat Putra terkejar ke hutan, dan terjatuh ke lubang kuburan dengan kapak yang ia pegang, terlempar dan menancap kepalanya sendiri.

Film berakhir dengan sebuah pagi dimana Amira dengan Agus keluar dari pulau tersebut. Amira membuang segala pernak-pernik yang diberikan Putra kepadanya.

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Jl. Salemba Raya 28A Kotak Pos 3624
Jakarta 10002 - Indonesia

Jam Layanan

Senin - Jumat : 09.00 - 15.00 (WIB)

Kontak Kami

(021) 929 209 79
(021) 392 7919; (021) 319 084 79 (fax)
info@perpusnas.go.id

©2015 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia