l
 
9

Kronika

Kejadian yang Pernah Terjadi Pada Tanggal 09 September
Selengkapnya...


5 er 43bb

BERITA

11 Juni 2010

SEBANYAK 10 pemimpin fraksi dan Komisi X DPR beserta Menteri Kebudayaan dan Pariwisata akhirnya setuju untuk segera mengesahkan Rancangan Undang-undang Perfilman. Pengesahan akan dilakukan dalam Sidang Paripurna DPR pada Selasa ini.

"Setelah melalui lobi, Fraksi PDI-P juga sudah setuju itu disahkan," kata Prof Dr Irwan Prayitno, Ketua Komisi X sekaligus pemimpin Rapat Kerja Komisi X, dengan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik di Gedung Nusantara II DPR Jakarta, Senin (7/9).

Sebelumnya, F-PDIP menyatakan abstain saat pendapat akhir fraksi pada Senin kemarin karena F-PDIP masih merasa ada hal-hal yang harus diperbaiki dalam RUU tersebut. F-PDIP menilai, RUU Perfilman belum menjamin kebebasan berekspresi masyarakat perfilman.

Oleh karena itu, mereka meminta rapat kerja diskors sementara untuk melakukan lobi kepada fraksi-fraksi lain. Setelah rapat diskors selama 15 menit, F-PDIP akhirnya menyetujui RUU Perfilman dibawa ke Rapat Paripurna DPR. Heri Ahmadi dari F-PDIP menyatakan, sebenamya masih banyak hal di dalam RUU Perfilman yang mengganjal, antara lain persoalan kebebasan berekspresi, sensor film yang dinilai masih terlalu ketat, juga pendaftaran film.

"Dalam lobi, kami bisa menghaluskan bahasa `pendaftaran film` menjadi `pemberitahuan`. Namun, masih banyak hal lain yang harusnya diperbaiki," ujarnya.


Kebebasan rendah


Heri menilai, kebebasan ber¬ekspresi dalam RUU Perfilman justru levelnya masih di bawah UU Pers dan UU Penyiaran.

"Namun, karena keterbatasan waktu, apalagi UU Perfilman su¬dah ditunggu selama 17 tahun oleh masyarakat perfilman, kami akhirnya menyetujui untuk se¬gera disahkan. Namun, kami akan terus mengawal peraturan pemerintah," kata Heri.

Sementara itu, Jero Wacik me¬nyatakan, film di mata peme¬rintah dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sangat baik.

Dulu produksi film Indonesia sempat mengalami masa-masa surut. Misalnya, tahun 2001 hanya diproduksi 4 film, tahun 2002 hanya 6 film. Namun, kini lima tahun terakhir sejak tahun 2004, film yang sudah dibuat mencapai 300 judul.

"Tahun 2008 ada 87 film, ta¬hun 2009 sampai bulan Juli su¬dah 95 film, dan saya perkirakan sampai akhir tahun 2009 jumlah. film akan lebih dari 100 judul," kata Jero Wacik.

Pengusaha film pun jumlahnya semakin banyak. Tahun 2007 ada 704 pengusaha, tahun 2008 ada 1.072 pengusaha, dan tahun 2009 hingga bulan Juli ada 1163 peng¬usaha.

"Ini akan terus berkembang dan kita akan menciptakan iklim yang baik untuk menumbuhkan perfilman Indonesia," ujar Jero Wacik.

Ia menjamin, para sineas film tidak akan dipersulit saat akan membuat film. "Tinggal mendaftarkan saja, tidak perlu membayar, dan prosesnya hanya tiga hari. Jadi, jangan khawatir," kata Jero Wacik.  (LOK)



Dikelola Bersama Oleh :
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
       Sinematek Indonesia
Anda pengunjung ke 55264 sejak 30 Maret 2009
Warning: fputs(): 31 is not a valid stream resource in D:\htdocs\pages\footer.php on line 59

Warning: fclose(): 31 is not a valid stream resource in D:\htdocs\pages\footer.php on line 60

 

24
29