Pencarian pada:
 
Detail Cantuman artikel
Judul : Teknologi Analog, Alternatif Pilihan Berkreasi
Gambar : Pfn2.jpg
Penulis : Astrid Septriana
Subjek : Film

Jakarta - Keberadaan film seluloid bisa dibilang sudah hampir mati, di seluruh dunia. Namun ternyata di Indonesia masih ada seorang pembuat film yang peduli akan nasib film seluloid ini.

Tak hanya sekedar berkoar-koar, Edwin seorang pembuat film, mengajak siapa saja yang tertarik dan memiliki bekal ilmu untuk memproses film seluloid. Mereka biasa berkumpul, praktek dan berbagi ilmu bersama di Lab Laba-Laba.

Menurut pria yang baru saja menyelesaikan studi untuk gelar Master of Art di Belanda ini, kamera analog jangan ditinggalkan begitu saja.

\\\"Mempelajari kembali cara menggunakan kamera analog dan memproses film seluloid sebenarnya soal menawarkan pilihan,\\\" ujarnya kepada detikHOT di Gedung Lab Kamar Gelap, PFN, Otista Jakarta Timur.

Ia yang sudah membuka dan memanfaatkan kembali gedung lab kamar gelap di kompleks PFN ini menunjukan kepedulian yang tinggi, akan pengolahan kembali berol-rol film lawas kita yang tersimpan di gedung ini. Ia juga mendalami soal cara memproses film, meski ia mengaku tak memiliki bekal yang banyak.

Apalagi film, yang termasuk dalam ranah seni merupakan cara orang berekspresi. Jadi kalau film pilihannya hanya digital saja itu disayangkan, karena sebenarnya ada pilihan.

\\\"Kesenian sebagai medium ekspresi, medium itu sangat penting. Misalnya seni patung, materi dari batu, kayu, lilin, apapun itu selalu punya karakter sendiri. Jadi selalu bisa hadirkan karya yang beragam.\\\"

 

Sumber : http://hot.detik.com/read/2014/04/02/092913/2542825/1059/teknologi-analog-alternatif-pilihan-berkreasi?h99110220

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Jl. Salemba Raya 28A Kotak Pos 3624
Jakarta 10002 - Indonesia

Jam Layanan

Senin - Jumat : 09.00 - 15.00 (WIB)

Kontak Kami

(021) 929 209 79
(021) 392 7919; (021) 319 084 79 (fax)
info@perpusnas.go.id

©2015 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia