Pencarian pada:
 
Detail Cantuman artikel
Judul : Tutup 10 Tahun, Gedung Kamar Gelap PFN Kembali Bernyawa
Gambar : Pfn1.jpg
Penulis : Astrid Septriana
Subjek : Film

Jakarta - Ketika gelombang teknologi digital melanda dunia, banyak teknologi berbasis analog yang langsung ditinggalkan. Teknologi digital yang bisa menghasilkan produk lebih cepat dan lebih banyak tentu keuntungannya lebih menggiurkan.

Akibatnya, banyak alat-alat produksi berbasis analog yang terbengkalai. Termasuk dalam hal produksi film. Di Indonesia salah satu pusat produksi film analog ada di komplek Produksi Film Negara (PFN), yang terletak di kawasan Otto Iskandar Dinata, Jakarta Timur.

Setelah 10 tahun terakhir gedung itu dibiarkan tak terurus, Sabtu sore (29/3/2014) lalu, tampak sekelompok orang muda yang seolah memberi nyawa kembali pada bangunan renta itu.

Sejak pagi, di tempat ini sudah digelar workshop Lab Laba-Laba. Ini adalah lab dimana kita bisa memproses film seluloid yang dihasilkan oleh kamera rekam analaog menjadi sebuah tontonan yang bisa dilihat melalui alat proyeksi film.

Kelas workshop ini sudah dua kali dibuka, memang peminatnya belum banyak. Tapi mereka yang terlibat di dalamnya juga berharap, ini bisa menjadi alternatif baru agar kita tak terpaku hanya pada teknologi digital. Berikut detikHOT sajikan laporan lengkapnya.

Edwin adalah seorang sosok pria yang berada di balik Lab Laba-laba, komunitas yang menggelar workshop ini. Sutradara film berjudul \"Babibuta Ingin Terbang\" dan \"Postcard from the Zoo\" ini telah menghasilkan sekitar 10 judul film ini. Dia berinisitaif untuk mengulik dan menggunakan kembali benda-benda pemprosesan film yang kini mulai dianggap usang. 

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Jl. Salemba Raya 28A Kotak Pos 3624
Jakarta 10002 - Indonesia

Jam Layanan

Senin - Jumat : 09.00 - 15.00 (WIB)

Kontak Kami

(021) 929 209 79
(021) 392 7919; (021) 319 084 79 (fax)
info@perpusnas.go.id

©2015 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia