JANGKAUAN TUGAS & KOLEKSI
Berbeda dengan Arsip Film pada umumnya yang semata-mata hanya sebagai pelestarian karya bermutu, SI sengaja dijadikan juga sarana bagi perkembangan perfilman nasional.
Maka itu prioritas perhatiannya hanya pada film dalam negeri, dan menghimpun semua data dan informasi yang berguna bagi tujuan tersebut.
Karena itu jenis koleksi film dan koleksi dokumentasinya menjadi berbeda dengan arsip film pada umumnya di dunia. SI akan menyimpan film Indonesia apa saja yang bisa didapat tanpa ada seleksi. Karena sejelek apapun ternyata mempunyai nilai sebagai bahan studi untuk kepentingan perfilman nasional, bahkan untuk berbagai disiplin ilmu.
Sedangkan koleksi dokumentasi SI menghimpun juga peraturan-peraturan Pemerintah, tentang organisasi, kasus-kasus, bahkan surat undangan preview dan alat promosi. Di Perpustakaan SI bisa ditemui semua skenario film maupun sinetron sejak 1970-an hingga dewasa ini
 |
 |

- Film cerita
- Film non cerita
- Buku mengenai film, video, fotografi dan komunikasi
- Skenario film cerita
- Foto atau peristiwa perfilma
- Majalah film dalam dan luar negeri
- Kliping
- Biografi
- Data Organisasi Perfilman
- Data Perusahaan Film
- Peralatan Film (equipment)
- Undang-undang dan Peraturan Pemerintah
- Informasi arsip film dunia juga sekitar TV dan sinetron dari dalam maupun luar negeri.
SARANA DAN PRASARANA
Sejak Juli 1977 SI berada di gedung baru Pusat Perfilman H. Usmar Ismail, Jalan H.R. Rasuna Said Kav. C 22. Kantor Sekretariat dan Bagian Dokumentasi di lantai IV, Perpustakaan di lantai V, Ruang Penyimpanan dan Perawatan Film di lantai dasar (basement).
Ruang Penyimpanan Film merupakan prasarana paling vital dari lembaga ini, yakni bertemperatur 5 derajat s/d 7 derajat Celcius dengan kelembaban 45-60% RH. Dalam kondisi ini film bisa dilestarikan sampai sekitar 50 tahun untuk film berwarna, 100 tahun untuk film hitam putih. Untuk bisa mempertahankan film berwarna sampai 100 tahun temperaturnya harus 0 derajat Celcius dengan kelembaban ruangan sekitar 40% RH. Cold Storage serupa itu (impiannya) akan dibangun di luar kota yang temperaturnya tidak sepanas Jakarta. itu untuk menyimpan film arsip, sedang yang ditempat sekarang hanya untuk menyimpan copy putar (screening copy).
Di ruang perpustakaan, tersedia tempat membaca buku dan untuk menyaksikan video. Sedang untuk acara pemutaran film tersedia Preview Room untuk 100-150 orang dan gedung bioskop berkapasitas 500 orang yang didukung dengan teknologi digital, mungkin yang paling modern di Indonesia dewasa ini.
PELAYANAN DAN PEMANFAATAN KOLEKSI
Praktis sekarang ini SI merupakan pusat data, dokumentasi, dan informasi terlengkap. Maka di sinilah berpusat kegiatan penelitian mengenai film dan perfilman Indonesia.
Perpustakaan SI terbuka bagi siapa saja dan tanpa dipungut bayaran, bahkan orang tidak usah harus menjadi anggota.
Beberapa kalangan yang sering datang ke perpustakaan SI adalah mahasiswa sekolah film dan para peneliti. Tidak sedikit sarjana yang berhasil ditolong menyelesaikan tesis doktoralnya. Bukan hanya mengenai film, tapi juga untuk bidang politik, sastra dan sebaginya. Peneliti juga datang dari luar negeri.
Koleksi film telah memungkinkan Indonesia bisa ikut dalam berbagai acara
panorama di festifal-festifal film internasional. Di dalam negeri pemanfaatannya masih terbatas untuk klub-klub film yang jumlahnya belum memadai, atau untuk menunjang acara peningkatan apresiasi di kampus-kampus. Pemutaran film oleh SI sendiri dilakukan berdasar kerjasama dengan Kine Klub Pusat Perfilman.
KERJASAMA
Disamping SI, Arsip nasional RI maupun Perpustakaan Nasional RI juga mempunyai tugas menghimpun film. Memang jenis koleksinya berbeda-beda. Karena itu agar pekerjaan ketiga lembaga ini tidak tumpang tindih, maka dilakukan kerjasama antara ketiganya, khusus dibidang pengarsipan film.
|